PMR SMKN 25

Rabu, 17 Februari 2010

LOMBA KEPALANGMERAHAN SMEA21/SMKN 25 JAKARTA



LOMBA
KEPALANG MERAHAN
TINGKAT DASAR (SD/MI), MADYA (SMP/Mts) DAN WIRA (SMA/SMK/MA) KE V
TINGKAT JAKARTA SELATAN DAN SEKITARNYA
SMKN 25 JAKARTA
MINGGU, 7 MARET 2010

A. PENDAHULUAN
Kami pengurus harian PMR/OSIS dan Forum Komunikasi Alumni (FORKA) menyelenggarakan kegiatan Lomba Kepalang Merahan PMR Tingkat Madya, Wira, dan dasar Tahun 2010.
Pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua, masyarakat, pihak sekolah dan pemerintah guna menciptakan generasi muda yang kreatif, inovatif, mandiri dan dinamis. Tanggung jawab tidak hanya pada bicara belaka saja melainkan perlu diaktualisasikan melalui pengadaan kegiatan-kegiatan positif yang dapat meningkatkan imajinasi, berkarya dan tentu meningkatkan kemampuan pelajar khususnya pada bidang ekstrakurikuler.

B. TUJUAN
Adapun tujuan dari kegiatan Lomba Keterampilan Membuat Tandu Darurat ini yaitu :
1. terciptanya komunikasi, silaturahmi, dan menggalang persatuan dan kesatuan antar sesama anggota PMR.
2. terciptanya motivasi dari anggota tersebut untuk lebih lagi meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan tentang kepalangmerahan.

C. DASAR PELAKSANAAN
1. Perjanjian kerjasama antara Departemen Pendidikan dan Kebudayaan R.I dengan Palang Merah Indonesia No.0118/V/1995 dan No.0090/KEP/PP/V/1995 tanggal 24 Mei 1995 tentang Pembinaan dan Pengembangan Kepalangmerahan di kalangan siswa, warga pelajar dan mahasiswa.
2. Perjanjian kerjasama Kanwil Depag dengan PMI DKI Jakarta No.49 Tahun 1995 dan No.0185 KEP/PP/IX/1995 tentang Pembinaan dan Pengembangan Kepalangmerahan di kalangan siswa, warga pelajar dan mahasiswa.
3. Program kerja PMR SMK Negeri 25 Periode 2009/2010

D. BENTUK KEGIATAN
1. Lomba tandu darurat untuk regu putra.
2. Lomba tandu darurat untuk regu putri.
3. Lomba pertolongan pertama untuk regu putra.
4. Lomba pertolongan pertama untuk regu putri.
5. Lomba mading.
6. Lomba poster.
7. Lomba menggambar (Khusus Mula).

E. WAKTU PELAKSANAAN
1. Pendaftaran
Hari/Tanggal : Ditutup s/d 5 maret 2010.
Pukul : Shift 1 : 09.30 - 10.00
Shift 2 : 12.00 – 15.30
Tempat : Sekretariat PMR SMK Negeri 25
Jl. Raya Ragunan Pasar Minggu

2. Technical Meeting (TM)
Hari/Tanggal : Sabtu, 27 Februari 2010
Pukul : 10.00 WIB - selesai
Tempat : Gedung SMK Negeri 25
Jl. Raya Ragunan Pasar Minggu
Utusan TM : 1. Guru Pembina
2. 1 orang fasilitator/pelatih
3. Salah satu pengurus PMR

3. Daftar Ulang
Hari/Tanggal : Minggu, 07 maret 2010
Pukul : 06.30 - 07.30 WIB
Tempat : Gedung SMK Negeri 25
Jl. Raya Ragunan Pasar Minggu

4. Upacara & Waktu Perlombaan
Hari/Tanggal : Minggu, 07 Maret 2010
Pukul : 07.00 WIB - selesai
Tempat : Lapangan SMK Negeri 25
Jl. Raya Ragunan Pasar Minggu

F. SYARAT PESERTA DAN BIAYA PENDAFTARAN
1. Peserta adalah siswa aktif sekolah yang bersangkutan
2. Peserta yang memalsukan identitas diri untuk mewakili sekolah lain dikenakan diskualifikasi baik sebelum/saat lomba berlangsung.
3. Setiap peserta wajib menyertakan :
a. Formulir pendaftaran yang ditandatangani oleh pihak sekolah beserta stempel sekolah.
b. Foto Copy kartu pelajar masing-masing 1 lembar ( jika ada)
4. Batasan maxsimal setiap sekolah untuk mendaftar:
 Lomba Tandu Darurat : 4 Regu (Madya/Wira) 3 Regu (Mula)
 Lomba Pertolongan Pertama : 2 Regu (Mula/Madya/Wira)
 Lomba Mading : 2 Regu (Madya/Wira)
 Lomba Poster : 2 Orang (Madya/Wira)
 Lomba Menggambar : 2 Orang (Mula)
5. Pendaftaran dapat ditutup secepatnya sebelum waktu pendaftaran berakhir bila jumlah regu/peserta sudah memenuhi batas maksimal peserta (Mula,Madya & Wira).
6. Biaya pendaftaran (Madya/Wira - SMP?SMU) sebagai berikut:
 Lomba Tandu Darurat : Rp. 30.000/regu
 Lomba Pertolongan Pertama : Rp. 35.000/regu
 Lomba Mading : Rp. 15.000/regu
 Lomba Poster : Rp. 15.000/orang
7. Biaya pendaftaran (Mula/Tingkat SD)
 Lomba Tandu Darurat : Rp. 10.000/regu
 Lomba Pertolongan Pertama : Rp. 10.000/regu
 Lomba Menggambar : Rp. 5.000/orang
8. Bagi peserta yang ingin melunasi biaya pendaftaran dapat pula melalui Transfer Bank dengan No: Rek.BCA 523.012.1321 a/n Samsudin.
Catatan : “Jika sudah transfer harap konfirmasi kepada Samsudin, di nomor tlp. 0856 972 67521“

G. PERLENGKAPAN LOMBA
1. Syarat Pakaian/kustom
- Sopan dan beretika dalam berpakaian
- Memunculkan identitas Kepalangmerahan sesuai tingkatan

H. KETENTUAN LOMBA
1. Daftar ulang dimulai pukul 06.30 - 07.30 WIB.
2. Setiap peserta wajib mengikuti upacara pembukaan.
3. Peserta suatu sekolah tidak dapat mewakili sekolah lain dan apabila hal ini terjadi maka akan di Diskualifikasi.

I. LAIN-LAIN
1. Para pelatih dan official diharapkan membantu panitia dalam sukses dan lancarnya perlombaan.
2. Peserta, suporter dan official wajib menjaga kebersihan.
3. Dilarang membuat keributan.
4. Bila terjadi keributan, pencurian, pemerasan, dan hal-hal yang merugikan fasilitas sekolah SMK Negeri 25, panitia pelaksana dan pihak keamanan akan melakukan tindakan tegas preventif dan menyerahkan ke pihak berwajib.
5. Panitia menyediakan stand/counter bagi wiraswastawan yang ingin menjual produknya.



(Mula/Madya/Wira)

Senin, 18 Januari 2010

Sejarah berdirinya PMI



Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak masa sebelum Perang Dunia Ke-II. Saat itu, tepatnya pada tanggal 21 Oktober 1873 Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (Nerkai), yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.
Perjuangan untuk mendirikan Palang Merah Indonesia sendiri diawali sekitar tahun 1932. Kegiatan tersebut dipelopori oleh Dr. RCL Senduk dan Dr Bahder Djohan. Rencana tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia. Mereka berusaha keras membawa rancangan tersebut ke dalam sidang Konferensi Nerkai pada tahun 1940 walaupun akhirnya ditolak mentah-mentah. Terpaksa rancangan itu disimpan untuk menunggu kesempatan yang tepat. Seperti tak kenal menyerah, saat pendudukan Jepang, mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk kedua kalinya rancangan itu harus kembali disimpan.

Tujuh belas hari setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, yaitu pada tanggal 3 September 1945, Presiden Soekarno mengeluarkan perintah untuk membentuk suatu badan Palang Merah Nasional. Atas perintah Presiden, maka Dr. Buntaran yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia Kabinet I, pada tanggal 5 September 1945 membentuk Panitia 5 yang terdiri dari: dr R. Mochtar (Ketua), dr. Bahder Djohan (Penulis), dan dr Djuhana; dr Marzuki; dr. Sitanala (anggota).

Akhirnya Perhimpunan Palang Merah Indonesia berhasil dibentuk pada 17 September 1945 dan merintis kegiatannya melalui bantuan korban perang revolusi kemerdekaan Republik Indonesia dan pengembalian tawanan perang sekutu maupun Jepang. Oleh karena kinerja tersebut, PMI mendapat pengakuan secara Internasional pada tahun 1950 dengan menjadi anggota Palang Merah Internasional dan disahkan keberadaannya secara nasional melalui Keppres No.25 tahun 1959 dan kemudian diperkuat dengan Keppres No.246 tahun 1963.

Kini jaringan kerja PMI tersebar di 30 Daerah Propinsi / Tk.I dan 323 cabang di daerah Tk.II serta dukungan operasional 165 unit Transfusi Darah di seluruh Indonesia.

PERAN DAN TUGAS PMI

Peran PMI adalah membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas kepalangmerahan sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 yang telah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 melalui UU No 59.

Tugas Pokok PMI :

+ Kesiapsiagaan bantuan dan penanggulangan bencana
+ Pelatihan pertolongan pertama untuk sukarelawan
+ Pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat
+ Pelayanan transfusi darah ( sesuai dengan Peraturan Pemerintah no 18 tahun 1980)

Dalam melaksanakan tugasnya PMI berlandaskan pada 7 (tujuh) prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, yaitu Kemanusiaan, Kesukarelaan, Kenetralan, Kesamaan, Kemandirian, Kesatuan dan Kesemestaan.

Bersambung ......

Rabu, 13 Januari 2010

Remaja dan Organisasi

(Masa remaja adalah masa ceria dan gembira)

Dengan adanya keinginan dari para remaja untuk bergaul dengan teman-teman sebayanya, maka tepatlah bila pada masa seperti ini, pertemanan mereka diarahkan pada bentuk organisasi yang bermanfaat.

Dimana mereka bersama-sama belajar demokrasi, mengatur sebuah organisasi, berdiskusi, mengatur suatu kegiatan, dimana pembelajaran itu semua dapat bermanfaat bagi kehidupan mereka saat dewasa. Contoh yang telah sering kita dengar adalah karang taruna. Organisasi ini sebetulnya sangat bermanfaat bagi remaja untuk lebih mengenal lingkungan sekitarnya.

(Berprestasi dan memupuk rasa solidaritas)

Melalui organisasi ini, mereka dapat mengetahui siapa-siapa saja yang tinggal di sekelilingnya, bukannya seperti kebanyakan masyarakat di kota-kota besar yang bahkan tidak mengenal tetangganya sendiri. Melalui karang taruna, para remaja selain dapat memperoleh teman-teman dari lingkungannya sendiri, mereka juga dapat belajar bagaimana mengisi waktu luang mereka dengan membuat sesuatu yang lebih baik untuk daerah tempat tinggalnya.

(Mengembangkan kepribadian dan bersosialisasi)

Bersama-sama, mereka akan membuat suatu perbaikan.Tidak hanya melalui karang taruna, melalui klab-klab hobi pun para remaja dapat memperluas wawasan mereka. Sebut saja klub olah raga di sekolah-sekolah. Mereka dapat belajar akan artinya sportif, perjuangan dan semangat melalui organisasi- organisasi semacam ini. Bagi mereka yang berminat akan film, bergabunglah mereka dengan kelompok pecinta film yang dapat mereka temukan di klab-klab yang terdapat di situs-situs internet. Dan bagi mereka yang mempunyai minat untuk mengasah kepedulian sosial dan menempa diri agar mempunyai jiwa kemanusiaan dapat bergabung didalam wadah PMR (Palang Merah Remaja).

(Mengasah kemandirian dan kekompakan)

Pendek kata, usia remaja harus banyak diisi untuk melihat sekeliling dan banyak belajar menghadapi tantangan kehidupan di dunia luar. Melalui organisasilah biasanya hal-hal seperti itu dapat secara nyata terwujudkan.

Bilamana hanya terkungkung dalam kehidupan pribadi semata, ditakutkan perkembangan para remaja akan cenderung menjadi manusia dewasa yang lebih individualis dan enggan untuk berinteraksi pada masyarakat banyak.

Jumat, 11 Desember 2009

ANAK-ANAK PMR SMKN 25, REFRESHING KE CURUG CILEMBER

(Gambar : Pintu masuk menuju taman Wisata Curug Cilember)

Bagi teman-teman yang berjiwa petualang, Curug Cilember bisa menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Air terjun atau curug yang terdapat di daerah Puncak, Jawa Barat adalah lokasi yang tidak terlalu jauh dari Jakarta dan bisa menjadi tujuan wisata petualangan yang menarik untuk Anda sekeluarga. Di tempat ini, Anda dapat mengunjungi air terjun sebanyak tujuh buah. Dan untuk menaklukkan ketujuh air terjun ini butuh upaya yang tidak mudah.

Setelah memasuki pintu masuk, kalian bisa mengunjungi air terjun ke-7. Air terjun ini tidak jauh lokasinya dari pintu masuk. Selain itu, untuk mengunjungi air terjun ke-7 tidaklah sulit, karena sudah tersedia jalan yang mudah dilalui. Fasilitas yang tersedia pun cukup lengkap, seperti fasilitas MCK dan ruang ganti pakaian. Air terjun ke-7 juga cukup bagus untuk dinikmati dengan ketinggian sekitar 40 meter.

(Gambar : Anggota dan alumny PMR pada saat refreshing ke Curug Cilember, Ngaso Dulu ah cape nih ........)

Dari air terjun ke-7, tujuan selanjutnya adalah air terjun ke-5. Air terjun ke-6 memang terletak di antara air terjun ke-7 dan ke-5, namun tidak tersedia jalan setapak menuju air terjun tersebut. Untuk mencapai air terjun ke-5, medan yang harus dilalui mulai sulit. Jalan setapak yang licin dan berbatu harus dilewati untuk mencapainya. Lama perjalanan dari air terjun ke-7 hingga ke-5 memakan waktu kira-kira 20 hingga 30 menit berjalan kaki. Begitu sampai di air terjun ke-5, kondisi begitu indah dan lebih alami.

(Gambar : Kakak2 kita ini lagi asik main diair terjun, klo udah gini senengnya main air, suegeeerr)
Di sini juga tersedia fasilitas MCK, tenda dan juga kamar ganti pakaian. Ada juga warung makanan di area air terjun ke-5. Setelah air terjun ke-5, petualangan yang sebenarnya dimulai. Untuk mencapai air terjun ke-4 hingga air terjun ke-1 butuh perjuangan yang cukup berat. Kondisi jalan yang licin, berbatu dan juga banyak lintah akan menambah tantangan. Namun begitu mencapai ke air terjun ini, akan ada perasaan bahagia karena berhasil melewati rintangan-rintangan di perjalanan yang cukup sulit. Kondisi air terjun juga begitu alami dan indah.
(Gambar : Air Terjun Cilember)

Tentulah Air Terjun Cilember tempat yang cukup menarik untuk dikunjungi. Jadi bagi anggota PMR saat ini, jangan mau kalah dong dengan pendahulunya, hayo buruan kesana dijamin tempatnya oke deh buat refreshing ..............

***(kumpulan.info)

Masjid Atta'aun, Puncak



Jalur puncak Bogor memang memiliki pemandangan yang begitu menawan. Tak terkecuali jika dinikmati dari bangunan –yang ada di kawasan menjelang Puncak PassMasjid At-Ta’awun.

Ya, inilah rumah ibadah yang begitu tampak cantik dan penuh pesona di tengah kebun teh di jalur Puncak. Berdiri di atas ketinggian lebih dari 2000 meter diatas permukaan laut, masjid ini selalu ramai disambangi para ‘musafir’ baik dari arah Bandung/Cianjur maupun dari arah Bogor/Jakarta.
Masjid dua lantai ini sepertinya tak sekedar untuk ibadah sholat ketika masuk waktu. Masjid ini pula kerap dijadikan meeting point bagi para traveler/wisatawan. Selain dilengkapi dengan fasilitas ibadah yang lengkap, kompleks masjid ini lengkap dengan fasilitas parkir, plus taman yang begitu indah disamping view yang begitu menakjubkan.
Untuk memasuki kawasan masjid sendiri harus menaiki anak tangga yang lumayan tinggi dari lokasi parkiran yang dilengkapi jejeran warung-warung yang menjajakan makanan dan minuman. Dan yang tak ketinggalan adalah para penjaja barang-barang cinderamata.
Karena lokasinya di atas ketinggian, tentunya masjid ini tak memerlukan alat pendingin, meski di siang hari, hawa sejuk serta semilir angin memberi kesejukan tersendiri. Dan wajar, bila air yang ada disana begitu dingin. Ini tentunya akan memberi kesegaran sendiri ketika Anda berwudlu atau sekedar membasuh muka. Wuiiiihh segernya…
Masjid dua lantai ini beralaskan ubin kayu warna coklat sementara, sekira dua hingga tiga shaff (baris) terhampar karpet warna hijau. Lantai satu dipergunakan untuk jamaah pria, sementara jamaah wanita ditempatkan di lantai dua. Meski tempat wudhunya terpisah, namun sayangnya untuk menuju ke ruangan masjid akhirnya jamaah baik pria maupun wanita bertemu di antara pintu gerbang, meski memang, jamaah wanita pada akhirnya nanti harus menuju anak tangga yang ada di sisi kanan pintu masuk tersebut. Tapi paling tidak, sepertinya pengurus masjid ini sudah mengantisipasinya dengan memberikan arah petunjuk.
Jadi bagi Anda yang tengah melintas kawasan puncak, ketika masuk waktu sholat tak ada salahnya mampir sekaligus istirahat dan menikmati alam ciptaan Allah Subhanahu Wata’ala yang begitu indah dan memesona, ditemani semilir angin yang sejuk.
Masjid yang dibangun 1997 dan kini dikelola oleh Yayasan Dharma Bhakti ini bisa ditempuh sekira 30 menit keluar pintu tol jagorawi menuju Cipanas, dimana posisi tepatnya letak masjid berada sekira 2-3 km sebelum Puncak Pass jika dari arah Jakarta/Bogor. Bahkan dari kejauhan masjid –yang pembangunannya diprakarsai dan diresmikan pada 25 Maret 1999 oleh R Nuriana, Gubernur Jawa Barat saat itu– sudah tampak terlihat kemegahannya. Arsitektur kubah masjid ini terlihat menyerupai jamur.

(Dari tetangga sebelah)

Senin, 30 November 2009

Workshop KIE (Komunikasi Informasi dam Edukasi)

Pada tanggal 29 November 2009 bertempat di bumi Perkemahan Apiari Ragunan Jak-Sel, diadakan acara Workshop KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) tingkat Wira yang diselenggarkan oleh PMI Cabang Jakarta Selatan. Pada kesempatan tersebut PMR SMKN 25 Jakarta mengirimkan utusan sebanyak 2 orang (Sdr/i Novi dan Mala). Acara dibuka oleh Kepala Markas PMI Cabang Jaksel yaitu Bpk. Ngationo dan sebagai nara sumber adalah Kak Fitri dari PMI DKI Jakarta. Acara dimulai dengan pemberian materi tentang Komunikasi dan berbagai macam tehnik dan media yang digunakan dalam menyampaikan sebuah informasi. Tujuannya adalah agar para anggota PMR mampu menyajikan informasi yang menarik sehingga dapat menarik minat para pelajar lainnya untuk ikut dalam kegiatan PMR. Acara diisi dengan perkenalan antar peserta dan praktek pembuatan poster dengan tema sesuai yang ditentukan oleh kelompok masing2, dan peserta juga diminta untuk mempresentasikan/memberikan penjelasan tentang hasil karya (foster) yang telah mereka buat. Semoga kegiatan ini dapat memberikan tambahan ilmu pengetahuan kepada para anggota PMR, sehingga dapat membawa kemajuan untuk kegiatan PMR itu sendiri.